Gunung Anak Krakatau Diselimuti Kabut Tebal
Nasional | Senin, 3 September 2012 22:12 WIB| |
Metrotvnews.com, Cilegon: Gunung Anak Krakatau yang terletak di Perairan Selat Sunda sepanjang Senin (3/9), diselimuti kabut tebal sehingga tidak terlihat jelas semburan pijar dan asap berwarna putih kelabu yang dimuntahkan dari letusan gunung tersebut.
Seorang petugas pengamatan di Pantai Anyer Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, menyebutkan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus mengeluarkan letusan dan terjadi kegempaan vulkanik. Namun, sejak pagi hingga malam ini tidak terlihat aktivitas letusan maupun pijar. Sebab aktivitas kegempaan Anak Krakatau terjadi sepanjang Minggu (2/9) tercatat 49 kali.
Dari 49 kegempaan itu, kata dia, vulkanik A (dalam) sebanyak 4 kali, vulkanik B (dangkal) tercatat 15 kali. Sedangkan, kegempaan tremor sebanyak 20 kali dan hembusan mencapai 10 kali. Akan tetapi, ujar dia, hingga kini frekuensi letusan dan kegempaan Anak Krakatau masih fluktuatif.
Selama ini Anak Krakatau tetap dalam status waspada level II dan masyarakat dan nelayan dilarang mendekat kawasan gunung tersebut.
"Saat ini kegempaan Anak Krakatau masih dinyatakan status waspada level II oleh PVMBG," katanya.
Sementara itu sejumlah warga pesisir Pantai Anyer mengatakan selama ini aktivitas Anak Krakatau tidak menimbulkan kepanikan. Masyarakat dan nelayan seperti biasa melakukan aktivitas sehari-hari.
"Kami sudah terbiasa jika Anak Krakatau aktif karena bertahun-tahun tinggal di sini aman dan damai," ujar Mulyadi warga Desa Pasauran, Kabupaten Serang.
Seorang petugas pengamatan di Pantai Anyer Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, menyebutkan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus mengeluarkan letusan dan terjadi kegempaan vulkanik. Namun, sejak pagi hingga malam ini tidak terlihat aktivitas letusan maupun pijar. Sebab aktivitas kegempaan Anak Krakatau terjadi sepanjang Minggu (2/9) tercatat 49 kali.
Dari 49 kegempaan itu, kata dia, vulkanik A (dalam) sebanyak 4 kali, vulkanik B (dangkal) tercatat 15 kali. Sedangkan, kegempaan tremor sebanyak 20 kali dan hembusan mencapai 10 kali. Akan tetapi, ujar dia, hingga kini frekuensi letusan dan kegempaan Anak Krakatau masih fluktuatif.
Selama ini Anak Krakatau tetap dalam status waspada level II dan masyarakat dan nelayan dilarang mendekat kawasan gunung tersebut.
"Saat ini kegempaan Anak Krakatau masih dinyatakan status waspada level II oleh PVMBG," katanya.
Sementara itu sejumlah warga pesisir Pantai Anyer mengatakan selama ini aktivitas Anak Krakatau tidak menimbulkan kepanikan. Masyarakat dan nelayan seperti biasa melakukan aktivitas sehari-hari.
"Kami sudah terbiasa jika Anak Krakatau aktif karena bertahun-tahun tinggal di sini aman dan damai," ujar Mulyadi warga Desa Pasauran, Kabupaten Serang.
Warga Lampung Tetap Tenang Meski Anak Krakatau Meletus
BANDARLAMPUNG – Meski Gunung Anak Krakatau meletus dan yang abu letusannya sempat juga terbawa angin sampai ke Bandar Lampung, akan tetapi warga Lampung juga tetap tenang untuk menyikapi ini.
Menurut pantauan sampai hari Senin (3/9/2012) sore hari ini, warga dari Bandar Lampung juga tetap beraktvitas normal. Pada pagi harinya, sebagian dari mereka sempat juga direpotkan oleh banyaknya abu vulkanik yang memenuhi teras, halaman, juga ruangan rumah mereka. Abu vulkanik ini diyakini berasal dari meletusanya Gunung Anak Krakatau.
Di daerah Kalianda, Lampung Selatan, warganya juga tetap beraktivitas normal. Lokasi daerahnya ini juga relatif lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau daripada Bandar Lampung. Namun menurut warga setempat, mereka tidak menjumpai adanya debu vulkanik sepanjang hari ini dan juga kemarin.
Yang sebelumnya juga, Andi Suardi, selaku Kepala Pos Pemantau dan Pengamatan Gunung Anak Krakatau di daerah Desa Hargopancuran, Rajabasa, mengatakan, Anak Krakatau memang sudah biasa meletus. Itu juga bisa terjadi hampir tiap tahun.